Oleh: jance kemur | Februari 18, 2010

Mengadili Kebijakan

By: Eddy OS Hiariej

Dalam rapat Pansus DPR tentang Hak Angket Bank Century, sejumlah nama
didengarkan keterangannya terkait kebijakan Komite Stabilitas Sistem
Keuangan atau KSSK mengucurkan dana sebesar Rp 6,7 triliun kepada Bank Century. Menjadi perdebatan dalam hukum, apakah suatu kebijakan dapat diadili? Dalam konteks hukum pidana, paling tidak ada tiga parameter secara kumulatif untuk menjustifikasi apakah suatu kebijakan telah memasuki ranah hukum pidana. Baca Lanjutannya…

Oleh: jance kemur | Februari 18, 2010

HAK ANGKET BANK CENTURY

BI dan KSSK Bertanggung Jawab

By: WISNU WIDIANTORO

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com – Bank Indonesia menjadi pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus Bank Century. Tanggung jawab selanjutnya dimiliki Komite Stabilitas Sistem Keuangan. Baca Lanjutannya…

Oleh: jance kemur | Februari 18, 2010

Pansus Diancam? Lapor Dong!

By: Inggried Dwi W

JAKARTA, KOMPAS.com –  Mabes Polri mengaku belum mengetahui adanya ancaman terhadap dua anggota panitia Pansus, dari orang tak dikenal saat mereka melakukan kunjungan kerja penyelidikan aliran bailout Century di Makasar, beberapa hari lalu. Baca Lanjutannya…

Oleh: jance kemur | Februari 18, 2010

Perbankan Cemas Data Nasabah Diobok-obok Pansus Century

By: Herdaru Purnomo

Jakarta – Data-data nasabah Bank Mutiara diobok-obok oleh Pansus Hak Angket Bank Century dalam rangka mencari aliran dana bailout. Kondisi tersebut menjadi momok yang menakutkan bagi industri perbankan karena Pansus juga mengancam akan menyandera direksi bank yang menolak menyerahkan data nasabah. Baca Lanjutannya…

Oleh: jance kemur | Oktober 29, 2009

Bencana Alam dan Delegitimasi

Oleh : Ach. Faidy Suja’ie

Siapa yang tidak kenal Indonesia? Negara yang terhampar dari Sabang sampai Merauke ini mempunyai berjuta kekayaan alam yang melimpah, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo, kata inilah yang mampu menggambarkan kekayaan Indonesia. Selain kaya budaya, bahasa, agama dan adat istiadat, ternyata belakangan ini bumi pertiwi juga tercatat sebagai negara yang kaya akan bencana alam. Hal ini, disebabkan oleh posisi Indonesia yang terletak pada daerah pertemuan tiga lempeng besar yang aktif, yaitu lempeng Pasifik, lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Baca Lanjutannya…

Oleh: jance kemur | Oktober 29, 2009

Kebijakan Penanggulangan Bencana Integratif

Oleh: Heru Susetyo

Indonesia adalah negeri yang sarat dengan bencana alam. Tengoklah musibah datang silih berganti. Gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara 26 Desember 2004, gempa bumi Yogyakarta 27 Mei 2006, lalu tsunami di pantai Selatan Jawa pada 17 Juli 2006. Kesemuanya adalah suatu momentum berharga bagi pemerintah dan bangsa Indonesia. Yang menunjukkan bahwa nyata betul bahwa negara ini begitu tidak berdaya menghadapi musibah tersebut. Bahwa, ternyata kita belum memiliki manajemen penanggulangan bencana yang baik. Contoh paling nyata adalah penanganan bencana tsunami pantai selatan Jawa 17 Juli 2006. Baca Lanjutannya…

Oleh: jance kemur | Oktober 7, 2009

Gempa Sumatera, 1.000 lebih tewas

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2009/10/091001_sumatraquake.shtml

Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB mengatakan setidaknya 1.100 orang tewas dalam gempa bumi yang melanda Sumatra.

John Holmes mengatakan ratusan orang lainnya luka-luka dan data korban tewas dipastikan akan terus naik.

Tim Penyelamat masih bekerja keras hingga malam hari untuk mencari korban yang masih hidup dibawah puing-puing gedung yang runtuh. Baca Lanjutannya…

Oleh: jance kemur | Oktober 7, 2009

Iman Dan Ilmu

Perbincangan berikut ini kiranya mambah dinamika wawasan iman dan ilmu kita. Saya meminjam perbincangan ini dari Milis kami, untuk menambah wawasan kita semua. Semoga bermanfaat. Baca Lanjutannya…

Oleh: jance kemur | Oktober 6, 2009

Filsafat Pendidikan

Sumber: http://dedihendriana.wordpress.com/category/filsafat-pendidikan

Suatu usaha untuk mengatasi persoalan-persoalan pendidikan tanpa menggunakan kearifan (wisdom) dan kekuatan filsafat ibarat sesuatu yang sudah ditakdirkan untuk gagal. Persoalan pendidikan adalah persoalan filsafat. Pendidikan dan filsafat tidak terpisahkan karena akhir dari pendidikan adalah akhir dari filsafat, yaitu kearifan (wisdom). Dan alat dari filsafat adalah alat dari pendidikan, yaitu pencarian (inquiry), yang akan mengantar seseorang pada kearifan.

Filsafat pendidikan memang suatu disiplin yang bisa dibedakan tetapi tidak terpisah baik dari filsafat maupun juga pendidikan, ia beroleh asupan pemeliharaan dari filsafat. Ia mengambil persoalannya dari pendidikan, sedangkan metodenya dari filsafat. Berfilsafat tentang pendidikan menuntut suatu pemahaman yang tidak hanya tentang pendidikan dan persoalan-persoalannya, tetapi juga tentang filsafat itu sendiri. Filsafat pendidikan tidak lebih dan tidak kurang dari suatu disiplin unik sebagaimana halnya filsafat sains atau sains yang disebut mikrobiologi. Baca Lanjutannya…

Oleh: jance kemur | Oktober 6, 2009

GURU DAN FILSAFAT PENDIDIKAN

Sumber: http://smp-acot.stbellarminus-jkt.net

A. Pendahuluan

Filsafat pendidikan merupakan aplikasi filsafat dalam pendidikan (Kneller, 1971). Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah-masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan yang dibatasi pengalaman, tetapi masalah-masalah yang lebih luas, lebih dalam, serta lebih kompleks, yang tidak dibatasi pengalaman maupun faktafakta pendidikan, dan tidak memungkinkan dapat dijangkau oleh sains pendidikan. Seorang guru, baik sebagai pribadi maupun sebagai pelaksana pendidikan, perlu mengetahui filsafat pendidikan. Seorang guru perlu memahami dan tidak boleh buta terhadap filsafat pendidikan, karena tujuan pendidikan senantiasa berhubungan langsung dengan tujuan hidup dan kehidupan individu maupun masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan . Tujuan pendidikan perlu dipahami dalam hubungannya dengan tujuan hidup. Guru sebagai pribadi mempunyai tujuan hidupnya dan guru sebagai warga masyarakat mempunyai tujuan hidup bersama. Filsafat pendidikan harus mampu memberikan pedoman kepada para pendidik (guru). Hal tersebut akan mewarnai sikap perilakunya dalam mengelola proses belajar mengajar (PBM). Selain itu pemahaman filsafat pendidikan akan menjauhkan mereka dari perbuatan meraba-raba, mencoba-coba tanpa rencana dalam menyelesaikan masalahmasalah pendidikan. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori